Makna dibalik 1 Muharram dan kualitas diri
Waktu terus berlalu, hari berganti hari, bulan berganti
bulan dan begitupun tahun berganti tahun. Seberapa jauhkah kita mengenal bulan
muharram??? Banyak dari berbagai
kalangan seakan mengisi bulan muharram dengan dengan ritual-ritual tertentu
dimana bertepatan dengan malam yang dikenal dengan sebutan malam satu syuro
itu. Sangat disayangkan kalau banyak Orang Islam tidak mengenal Tahun Hijriah
secara pasti, apalagi menggunakannya sebagai ketentuan penanggalan aktifitas.
Hal ini dikarenakan kita hidup di alam yang telah didominasi oleh sistem dan
tatanan yang bukan berasal dari Islam. Bahkan, sekedar tahu terjadi pergantian Tahun baru Hijriah saja lantaran kalender warnanya merah alias hari libur.
www.asmaulhusna//makna
1 muharram.html
Tak terlepas
dari rentetan sejarah yang dahulu hingga saat ini yang membangkitkan semangat
berjuang dan untuk terus memperbaiki serta meningkatkan kualitas diri sehingga
menjadi manusia insan kamil.
Muharram adalah
bulan pertama dalam kalender islam yang mana termasuk bulan yang suci yang
kedua setelah bulan ramadhan, walaupun setiap bulan memiliki keistimewaan
sendiri-sendiri. Pada bulan ini biasanya kaum muslim banyak yang berpuasa
sepanjang bulan ini dan paling banyak berpuasa tanggal 9 dan 10 nya karena
memiliki makna tertentu karena memiliki keistimewaan tertentu.
Ini sekilas sejarahnya, dan bisa dibaca. Sejarah digunakannya sistem
perhitungan tahun Islam bermula sejak kejadian di masa Umar bin
Al-Khattab r.a. Salah satu riwayat menyebutkan yaitu ketika
khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik bahwa suratnya terdahulu
dikirim tanpa angka tahun. Beliau lalu bermusyawarah dengan para sahabat dan
singkat kata, mereka pun berijma’ untuk menjadikan momentum tahun di
mana terjadi peristiwa hijrah Nabi saw. sebagai awal mula perhitungan tahun
dalam Islam.
Sedangkan sistem kalender qamariyah berdasarkan peredaran bulan
konon sudah dikenal oleh bangsa Arab
sejak lama. Demikian juga nama-nama bulannya serta jumlahnya yang 12 bulan
dalam setahun. Bahkan mereka sudah menggunakan bulan Muharram sebagai
bulan pertama dan Dzulhijjah sebagai bulan ke-12 sebelum masa kenabian.Sehingga
yang dijadikan titik acuan hanyalah tahun dimana terjadi peristiwa hijrah Nabi
saw.. Bukan bulan dimana peristiwa hijrahnya terjadi. Sebab menurut riwayat,
beliau dan Abu Bakar
r.a.hijrah ke Madinah pada bulan Sya’ban,
atau bulan Rabiul Awwal menurut pendapat yang lain, tapi yang pasti
bukan di bulan Muharram. Namun bulan pertama dalam kalender Islam tetap
bulan Muharram.
Kemuliaan-kemuliaan
dan makna bulan muharram
Tentu
saja setiap bulan memiliki kemuliaan-kemuliaan, dibawah ini hanya beberapa
kemuliaan bulan muharram yang bisa disebutkan dalam artikel ini:
1. Puasa Sunnah Muharram. Nabi saw. menganjurkan
umatnya untuk mengerjakan puasa pada bulan Muharram yang mulia, yaitu puasa
sunah pada tanggal sepuluhnya. Dan, puasa ini adalah puasa yang paling afdhal
setelah puasa Ramadhan. Kemudian, untuk menyelisihi
kaum Yahudi yang juga berpuasa di tanggal sepuluh bulan tersebut, maka
Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam mengisyaratkan untuk
berpuasa pula pada tanggal sembilannya. Dan, puasa sunah bulan Muharram, akan menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya. Rasulullah saw. bersabda:
وَصِيَامُ
يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ Puasa
hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun
yang telah lalu.” (HR. Muslim no. 1975)
2. Menambah kualitas diri
Dengan memasuki tahun baru hijriah ini,
berarti kita meninggalkan tahun yang sebelumnya dan akan memasuki tahu baru
yakni tahun baru 1437 H. Penyambutan pun berbeda dengan penyambuatn tahun baru
masehi, untuk penyambutan tahun baru hijriah menganut yang dicontohkan oleh
Rosulullah SAW. Sekarang kita masih bisa hidup dan merasakan nikmatnya
kehidupan, dimana kita tidak tahu kapan kita akan mati, bisa besok, lusa
ataupun minggu depan yang pada tahun yang akan datang kita tidak dapat
menikmati tahn baru hijriah. Oleh sebab itu, berbahagialah mereka yang memiliki
umur yang panjang dan mengisiya dengan perbutan-perbuatan/amalan-amalan yang
baik dan Rosulullah bersabda: sebaik-baiknya manusia adalah orang yang umurnya
panjang dan baik amalannya.
Dalam menyambut tahn baru hijriah
sangan penting kita untuk berkaca dan menata kembali perbuatan-perbuatan kita
dengan istilah introspeksi diri, untuk kedepannya lebih baik dan lebih baik dan
melakukan perubahan-perubahan amal perbuatan dari tahun-tahun sebelumnya.
3. Penghayatan pemaknaan hijrah
Hijrah Nabi dan kum muslimin merupakan
tonggak awal kebangkitan islam yang monumental dan sangat berarti bagi kaum
muslimin, yang semula berada dilingkungan yang tidak kondusif dan menuju
suasana yang sangat perfect di Madinah. Kemudian semangat optimisme
tinggi dan pantang menyerah serta tidak diberdaya oleh kesedihan yang
berlarut-larut, serta kekuatan sikap positif yang yang selalu ditingkatkan.
Selanjutnya semangat persaudaraan sesama, yang telah dibuktikan oleh Rosulullah
ketika menyatukan kaum Muhajirin dan kaum Anshor dan beberapa kelompok Yahudi
yang berada disekitar Madinah pada waktu itu.
Dalam konteks ini bukan berarti kita
harus berhijrah dari kampung ke kampung atau dari kampung ke
kota,,???jelas!!!!!! Dengan tegas tidaakkk yaa!!!! Dalam hal ini yang kita
ambil adalah semangat perjuangannya yang telah disebutkan diatas dan kita
selalu berintrospeksi diri dan terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik
dan lebih baik dari tahun ke tahun selanjutnya dan sampai Tuhan berkata “Sudah
waktunya Pulang”.
Oke, InsyaAllah bermanfaat. Amin


0 komentar: